Hipdysplasia Pada Anak


Mams Yuk Sama-sama Kenali 5 Penyebab Hipdysplasia Pada Anak

hipdysplasia pada anak membuat anak menjadi sering rewel

Peran orang tua sangat penting dan dibutuhkan dalam proses pertumbuhan anak, termasuk dalam belajar memahami hal-hal/ penyakit berbahaya yang mungkin dapat terjadi pada anak, salah satunya  seperti hipdysplasia pada anak.
Banyak orang tua yang mengaku tidak mengerti apa itu hipdysplasia, terlebih istilah tersebut sangat jarang digunakan oleh masyarakat umum. Lantas apa sebenarnya hipdysplasia itu? Hipdysplasia adalah permasalahan yang terjadi karena adanya pergeseran sendi panggul dengan ujung tulang paha yang menyebabkan kondisi kedua bagian menjadi tidak normal. Biasanya anak yang terkena hipdysplasia salah satu kakinya terlihat lebih panjang sehingga terlihat pincang saat sedang berjalan.
Nah kira-kira apa sih mams penyebab hipdysplasia pada anak? Yuk simak penjelasannya sekarang:

1. Faktor Genetik
Faktor genetik ternyata bisa menjadi penyebab hipdysplasia pada anak, dalam kasus ini orang tua yang memiliki riwayat hipdysplasia akan menurunkan ke anak. Anak yang orang tuanya pernah terkena hipdysplasia memiliki resiko lebih besar terkena hipdysplasia dibandingkan dengan anak lainnya. 


2. Proses Kelahiran dengan Bayi Sungsang
Sebagai seorang ibu kita tidak bisa memprediksi seperti apa posisi anak saat baru dilahirkan, misalnya posisi bayi yang sungsang. Proses kelahiran dengan posisi bayi yang sungsang ini nyatanya juga memiliki resiko lebih besar yang dapat membuat anak terkena hipdysplasia loh mams.

3. Pembedongan yang Terlalu Kuat
Banyak orang tua yang masih meyakini bahwa membedong anak dengan ketat saat masih bayi akan membuat kaki anak menjadi rapat dan tidak mengangkang. Namun hal tersebut dibantah oleh medis. Perlu diperhatikan mams, ternyata pembendongan dengan kain yang terlalu ketat dapat menekan otot selangka pada anak dan menyebabkan pergeseran sendi panggul yang akhirnya membuat anak terkena hipdysplasia.

4. Posisi Menggendong yang Salah
Pada saat masih bayi , banyak orang tua yang menggendong anaknya dengan menggunakan kain / jarik tanpa memperhatikan posisi anak dengan benar.  Posisi menggendong yang salah saat menggunakan jarik adalah dengan menyatukan kedua kaki anak sehingga akan terjadi pergeseran sendi panggul yang akan membuat anak terkena hipdysplasia.

5. Penggunaan Car Seat yang Tidak Luas
Untuk orang tua yang sering bepergian bersama anak yang masih bayi dengan biasanya lebih memilih menggunakan car seat untuk dipasang di dalam mobil. Nah penggunaan car seat yang tidak tepat juga menjadi salah satu pemicu hipdysplasia pada anak. Car Seat yang terlalu sempit untuk anak membuat kaki anak tidak leluasa dan pada akhirnya kedua kaki saling bertemu (berdempetan) sehingga menyebabkan pergeseran sendi panggul dengan tulang paha.

Dari lima penyebab terjadinya hipdysplasia, tiga di antaranya sebenarnya adalah kesalahan orang tua yang belum paham bagaimana penggunaan bedongan, gendongan, atau car seat yang tepat.
Jika mams mendapati kaki anak dengan ukuran lipatan kaki yang tidak sama atau salah satu kakinya memiliki panjang lebih beberapa cm, disertai dengan anak yang sering rewel, mungkin saja anak terkena hipdysplasia. Segera konsultasikan ke ahli medis ya mams.
Nah sekarang mams sudah paham apa itu hipdysplasia dan penyebabnya. Dengan mengenali apa itu hipdysplasia dan juga penyebabnya, kita sebagai orang tua menjadi lebih berhati-hati saat ingin melakukan berbagai hal untuk si kecil agar terhindar dari hipdysplasia. Selain itu kita juga dapat menekan atau meminimalisir resiko hipdysplasia yang terjadi pada anak ya mams.



Comments

Popular Posts