Kisah Seorang Kuli Proyek

Kuli Proyek

Ayahnya, bekerja sebagai kontraktor atau yang biasa disebut-sebut dengan “kuli proyek”. Rumah-rumah mewah, pabrik-pabrik, tempat rekreasi, hingga hotel-hotel dan apartemen-apartemen ternama baik di luar kota maupun dalam kota pernah beliau garap.

Dari pekerjaannya sebagai kontraktor, beliau dapat memberikan rumah, beberapa kendaraan, gadget , tanah yang cukup luas, kebun, beberapa ternak, serta penanaman modal untuk hotel kepada istri dan anak-anaknya. Semua kebutuhannya berlebih, sangat terpenuhi.

“Kalau kau mengisi data pekerjaan orang tua untuk keperluan sekolah, isi saja pekerjaan Ayah sebagai kuproy, Rasta.”

“kok?”

“Ayah ini memang kuli proyek, tukang benerin listrik, kuli bangunan, kalau Ayah gak pulang ke rumah berarti Ayah tidur di bedeng, itu kan kuproy kan, Ta?”

“hm”

“Rasta malu Ayah cuma kuproy?  Ayah dari teman-temanmu keren-keren kan kerja di kantoran, bajunya rapi, gak pernah pakai sandal jepit kalau ngajak kamu ke mall. Tapi kamu harus bersyukur, kebutuhanmu dan adik-adikmu bisa terpenuhi dari seorang kuproy”.

Kemudian, proyek pembangunan kantor kosmetik ternama yang digarap oleh Ayahnya memberikan kerugian yang sangat besar, yang dibayarkan kepada Ayahnya tak sesuai dengan hasil.
Bangkrut,
Penghabisan,
Tak tersisa apapun,

“Ayah ini cuma kuproy, Ta. Kamu harus tetap bersyukur dan tetap berdoa, hidup itu gak selamanya di atas. Bersyukur karena kamu sudah pernah merasakan memiliki semuanya, sekarang waktunya kamu ambil pelajaran dari apa yang pernah kamu miliki”.

Dari ada, hingga tiada.

Comments

Popular Posts