Terminal Blok M tempat Nostalgia dengan Ibu!!!

Menikmati Malam dengan Ibu

Menikmati Malam di Terminal Blok M, dokpri


Sesekali, Aku merindu menghabiskan waktu berdua dengan Ibu.
Ritual seperti ini sering kami lakukan, dulu sewaktu Aku masih duduk di bangku sekolah: menjajal transportasi baru, keliling Jakarta dengan modal 'bismillah', menikmati berlama-lama di angkutan umum, menghadiri seminar-seminar, bertemu kawan baru, berbelanja ke pasar, mencari apapun, salon-bengkel, 'nongkrong' di terminal-terminal, pergi mencari tempat makan yang belum pernah didatangi sebelumnya, pergi mencari tempat 'nongkrong' yang baru (tempat jamu-jamu godok; ritual rutin keluarga setiap malam minggu), banyak lainnya.

Suatu waktu Aku pulang ke rumah, Ibu tetap selalu mengajakku menghabiskan waktu berdua; kemarin, dari pagi sampai malam, obrolan 'ngalor-ngidul' sudah banyak dikeluarkan, sampai pada akhirnya kami terhenti di terminal Blok M, sudah menunjukkan pukul 22.00 dan tentu kami mengkhawatirkan tak ada lagi angkutan yang beroperasi malam itu. Tentu, Sebelumnya Ibu sudah meminta izin pada Ayah mengenai acara kami berdua (mumpung anaknya lagi di rumah), Ayah pun tak masalah dan mengizikan, selalu seperti itu- tak pernah keras.

Kami duduk sembari menunggu angkutan. Lagi, bicara "ngalor-ngidul"; tentang rumah, tentang Aku setelah lulus nanti, tentang Adik-adikku, tentang kekasihku, tentang keinginanku kelar setelah Aku pulang dari Semarang, tentang Ayah, tentang Ibu, tentang kami berdua,
Ditutup dengan:
"Kamu udah besar Kak, Ibu juga udah semakin tua. Kita udah semakin susah buat kaya gini bareng-bareng. Kamu udah besar, selalu ingat pesan Ibu, pesan Ayah",

Di bawah cahaya temaram, Aku memeluk Ibu sembari bergumam "aaaa Ibu",
Dan Aku berlalu,
Tak kuasa menyaksikan air mata yang nyaris tumpah dari mata Ibu.

:foto ini diambil sebelum Ibu memulai percakapan serius.

-Terminal Blok M

Comments

Popular Posts