Pilih Mana? Memperhatikan atau Diperhatikan?

Memperhatikan Tuhan atau Diperhatikan Tuhan?

“Usianya sudah hampir menginjak dua puluh dua,
Hidupnya digunakan hanya untuk perbuatan sia-sia,
Sedang orang tua bersusah payah memohon kepada pencipta,
Memanjatkan segala doa untuk kebaikannya,
Sedang Ia lupa cara berdoa,
Seakan angkuh tak butuh perlindunganNya."

Sekar- wanita berusia hampir dua puluh dua tahun, terbangun dari tidurnya dalam keadaan lelah, lupa sudah berapa botol congyang yang ia tenggak malam tadi. Congyang adalah sejenis minuman beralkohol yang menurutnya dapat menghangatkan badan, namun asyiknya dapat memabukkan. Ia sudah tak asing dengan minum-minuman beralkohol sejak Ia duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama. Minuman beralkohol selalu menjadi win-win solution dalam sebuah permasalahan. Ah, semakin hari hidupnya kian tak menentu.
​Bukankah hal seperti itu tak disukai oleh Tuhan? mengapa alkohol menjadi solusi sebuah permasalahan? Manusia selalu diperhatikan oleh Tuhan, dalam hal apapun termasuk dalam hal menyelesaikan masalah. Namun nyatanya banyak manusia—tak senang diperhatikan oleh Tuhan. Bagaimana bisa tahu bahwa manusia tak senang diperhatikan Tuhan?
​Tuhan senang memperhatikan umatnya, sekalipun Tuhan tak mendapat balasan, sekalipun umatnya tak kembali memperhatikan Tuhan. Namun Tuhan cuek, masa bodo dengan balasan para umat kepadaNya. Tuhan tak membenci umat yang telah melakukan hal-hal yang telah dilarangNya. Sebaliknya, Tuhan malah lebih menunjukkan perhatiannya.

​Apakah gaya kehidupan seperti mendewakan alkohol, free sex, memfitnah orang lain, dan membuat kerugian bagi orang lain adalah tanda bahwa kita tak senang diperhatikan Tuhan? Atau tanda angkuhnya kita bahwa kita merasa tak butuh Tuhan? Maka semua hal tersebut tercipta dan menjadi hal yang wajar; menyelesaikan masalah dengan minuman beralkohol, atau melampiaskannya dengan melakukan free sex.

​Apakah Tuhan senang jika perhatianNya dibalas oleh umat dengan perhatian pula? Perhatian yang seperti apa yang dibutuhkan Tuhan? Memanjatkan puji-pujian atau solawat atas diriNya beserta Nabi, menghindari minum-minuman beralkohol, menghindari zina, melakukan kebaikan, serta memanjatkan doa yang tak henti-henti? Apa benar itu bentuk balasan perhatian terhadap Tuhan?
​Siapa yang harus diperhatikan sebenarnya? Tuhan merugi jika tidak diperhatikan oleh umat? Apa Tuhan benar-benar butuh dan berharap umat selalu melakukan hal-hal seperti itu? Kurasa tidak. Tuhan tak butuh perhatian dari umatNya, karena tanpa hal tersebut Tuhan dapat berdiri sendiri. Tuhan selalu memperhatikan umat, memberikan segala kebaikan untuk umatNya. Sedang umat?
Apakah benar memperhatikan Tuhan,
Atau diperhatikan Tuhan?

Comments

Popular Posts