Kuceritakan tentang Sebuah Desa

Cerita tentang Sebuah Desa

dokpri

Kemarin sore,
Jangan paksa Aku untuk kembali ke kota! Aku ingin menetap di desa, mewujudkan segala cita yang telah kususun sejak lama; bukan maksud melupakan tanah kelahiran a.k.a kota, jelas Aku akan kembali ke kota tapi untuk sementara, dan menyelesaikan semua- kemudian Aku kembali ke desa, atas dasar cita.

Sore ini benar-benar meluapkan emosi jiwa: menenangkan.
Menyaksikan pilar-pilar daripada gunung perlahan tertutup kabut, menyaksikan sawah hijau yang mulai hampir menguning, sementara menyaksikan para petani yang giat bersiap untuk “nandur”, menyaksikan senja di antara sawah, gunung, dan kali, menyaksikan burung-burung yang mencipta keindahan daripada pemandangan, menikmati hembusan angin yang menjadikanku dingin kemudian masuk angin, dan terakhir menyaksikan keromantisan antara si penggembala dengan ratusan bebek yang berlari dengan teratur, seolah menunjukkan kedisiplinan para bebek- menyenangkan hati tuannya.

Kabut tebal, dokpri


Aku hanya singgah sebentar, lalu pergi, membawa kenangan yang sangat manis, hangat, bahkan romantis.
Aku ingin menjadi bagian dari desa, mungkin Aku akan kembali lagi,
tentu dengan segala kesiapan dan kepantasan, mewujudkan cita yang telah kususun sejak semula, memainkan peran sebagai pencipta kenangan yang akan dinanti-nanti oleh penikmatnya.

Salam,
Pengagum desa

Comments

Popular Posts