Bercerita tentang Ibu

Kau tanpa Solusi

Tak ada yang lebih menyakitkan ketika melihat Ibumu menangis. Diam-diam kau ikut menangis, hati teriris. Ingin menyeka air matanya, namun gengsi. Ingin berkata “Tuhan menguji umatnya tak mungkin di luar batas kemampuan”, namun terdengar klise. Ingin menguatkan hatinya, namun kau sendiri tak cukup kuat dalam hal menguatkan. Ingin turut berdoa, namun kau ragu akan doamu.  Pada akhirnya kau mengumpati diri sendiri; kau tak layak menjadi Anak tertua Ibumu, Kehadiranmu dalam tangisannya selalu tanpa solusi, Kau tiada– Kau hanya pura-pura berada di sampingnya selama ini.

Comments

Popular Posts