Telat Nonton Suzzana: Bernapas dalam Kubur (2018)!!!!

Telat!!!! "Suzzana: Bernapas dalam Kubur?"

Gaesssss kalian udah pada nonton Suzzana belum? Apa aku doang yang baru nonton film “Suzzana: Bernapas dalam Kubur”?
Yuppp, beberapa hari lalu aku baru aja nonton Suzzana gaessss, terus apa aku doang yang ngerasa si aktor utama Luna Maya mirip banget sama almarhumah Suzzana? mantibssss pokoknya.

dok: google

Secara keseluruhan aku sangat menikmati cerita dari film ini, menurutku isi ceritanya ditampilin dengan porsi yang pas alias gak lebay dan yang paling penting enggak ngilangin unsur dari film horor Suzzana pada jaman dulu. Terus sutradara juga berani nyisipin unsur komedi yang gak ngerusak dari cerita horor tersebut.
Unsur komedinya juga berhasil memecah konsentrasiku yang mulanya terlalu fokus sama kehororan filmnya: jadi agak santai sedikit.
Sutradara enggak cuma nampilin sisi horor dan komedi, tapi juga ada cerita sedihnya yang bikin penonton ikutan sedih dan ada rasa-rasa haru gituuuuuu.

  Ngomongin dari sisi horor atau seram, aku pribadi lebih ngerasa seram sama peran Luna Maya sebagai Suzzana di masa ia masih hidup dan belum jadi hantu, mungkin karena ketika masih hidup Luna Maya terlihat sangat detail berperan sebagai Suzzana: dari cara berbicara, dan tata rias wajah yang sangaaaaaat mirip. Wagilasihhhhh, ya walaupun waktu peran jadi hantu juga gak kalah oke dan emang bener mirip (tapi pas jadi hantu kan lebih banyak ketawa nyinyir gitu jadi dialognya sedikit)

 Film Suzzana: Bernapas dalam kubur yang disutradarai Rocky Soraya menurutku cukup sukses, yang diketahui dari pemberitaan bahwa antusias penonton udah sampai lebih dari tiga juta dua ratus ribuan dalam waktu 23 hari (sumber info dari postingan instagram Luna Maya): wahhh keren!
Tapi bukan cuma dari para tim dan akting dari Luna Maya aja yang bikin sukses film, kesuksesan juga menurutku ditunjang sama aktor-aktor lain yang aktingnya oke-oke; Herjunot Ali sebagai Satria, T. Rifnu Wikana sebagai Umar, Verdi Solaiman sebagai Jonal, Kiki Narendra sebagai Gino, Alex Abbad sebagai Dudun, Clif Sangra sebagai Pak Bekti dan aksi komedi dari para aktris dan aktor Asri Welas sebagai Mia, Opie Kumis sebagai Pak Rojali, Ence Bagus sebagai Tohir, serta Norman R. Akyumen sebagai Mbah Turu.

  Film ini berhasil bikin aku “pengen nonton lagi” setelah selesai nonton. Pokoknya apik dari segi alur cerita, latar tempat, peran tokoh, serta pemilihan backsound dan soundtrack. Aku berani jamin yang belum nonton dan akan nonton enggak kecewa: dari 1 sampai 5 aku berani kasih 4,5 gaes!!!

Selamat menyaksikan di bioskop terdekat dan kesayangan kalian!

Comments

Popular Posts