Bayaran yang Tertunda



Penantian Pegawai Kontrak di Bagian Penagihan

Kemudian aku bangun dari tidur pagi kelima belas, tidur yang panjang-- aku memang benar-benar lelah.
Sial, nama-nama debitur yang-- itu-lagi-itu-lagi membuatku ingin mengumpat, bagaimana tidak? Aku seperti perempuan keras kepala yang hanya memikirkan mereka saja, memperhatikan Bapak Dwijo, Ibu Nurlaeli, dan Bapak Ibu lainnya yang selalu berkata “iya” saat kutelpon- tentu, aku tidak hapalkan namanya satu persatu.
Belum lagi Bapak Sutarni yang mengaku-ngaku sedang dipenjara dan tidak bersedia kutelpon-kuberi perhatian, bahkan tak jarang beliau mengejek dengan sebutan “anjing lo ya” atau “dasar kau lonte” saat aku berusaha memberi perhatian.
Bukan, mereka tidak gila — hanya saja aku yang sedikit gila karena selalu membuat panggilan telepon kepada mereka: padahal aku paham, mereka tak suka dengan panggilan telpon dariku. Jelaslah, aku ini siapa? Bahkan aku bukan keluarganya atau kekasihnya: Aku memang lancang, dan kurang ajar.

Lagi, aku terbangun karena suara bising ratusan orang yang merintih kelaparan- meminta makan. Saat membuka mata akupun ikut kelaparan, tapi aku tak bisa merintih sebab benar kehabisan tenaga.

Birokrasi memang kejam!

Pasti kau paham, mereka kelaparan karena terlalu lama menunggu birokrasi yang terlalu berbelit, berlagak elit.
“sial, aku jadi ingat Bu Win kepala bagian UPA di kampusku yang sangat menyeramkan. Terkait birokrasi peminjaman tempat, kami harus menyiapkan tumbal seorang laki-laki untuk berhadapan dengan beliau: Semua mahasiswa kampusku tahu, itu adalah syarat keberhasilan agar beliau mengizinkan kami meminjam tempat” , aku sambat dengan perutku yang berbunyi riang.
Yasudahlah, aku hanya diam saat paham semua adalah masalah “birokrasi”, toh beberapa pihakpun selalu berusaha mengusahakan yang terbaik agar aku dan beberapa lain tidak terlalu kelaparan karena telah lama menunggu, contoh konkret adalah “bosku cilik” yang selalu berbaik memberikan minuman penunda lapar dan mendoakanku agar aku tetap sabar.
Setidaknya setiap hari aku sudah bisa buang air besar,
Terima kasih kuucapkan.

Comments

Popular Posts