Karyawan Outsourcing di Perusahaan Pemerintah

Pengalaman menjadi Karyawan Outsourcing di Perusahaan Pemerintah

Menjadi pegawai tetap di sebuah perusahaan besar adalah impian bagi banyak orang, terlebih bagi para lulusan baru yang mulai aktif dan sedang semangat-semangatnya mencari pekerjaan. Namun banyaknya jumlah pencari kerja atau yang biasa disebut dengan jobseeker selalu melebihi jumlah lapangan pekerjaan yang tersedia; hal tersebut menyebabkan angka pengangguran di Indonesia masih tinggi.


Jobseeker, dok: pribadi

     Mencari pekerjaan jauh lebih sulit dari mencari dosen pembimbing "yang sering ilang-ilangan" atau lebih sulit dari mengerjakan revisi-revisi bab skripsi atau bahkan juga tetap jauh lebih sulit dari ujian sidang skripsi. Tak jarang banyak sarjana yang menyesal karena telah lulus dengan cepat saat tengah merasa kesulitan mencari pekerjaan, mahasiswa sastra contohnya.
Saya juga termasuk orang yang sedikit menyesal karena telah lulus tepat waktu; dunia kampus (tingkat sarjana) jauh lebih asyik dari dunia kerja, ditambah dengan realita "cari kerja kok susah banget ya". Namun tak mungkin dipungkiri biaya kuliah persemester yang amat mahal juga memaksa saya harus lulus tepat waktu; (khawatir membebani orang tua lebih lama).

    Setelah sah menjadi sarjana saya berusaha mencari pekerjaan dengan giat: mondar-mandir interview, tes psikotes sana-sini, tes online lainnya, dan berujung pada perusahaan yang selalu memberi ketidakpastian.
Untuk seorang fresh graduate yang hanya memiliki kemampuan pas-pasan dan tidak memiliki kelebihan sama sekali, agak sulit memang untuk mendapatkan pekerjaan dengan cepat. Akhirnya saat itu saya memutuskan untuk mencoba melamar ke perusahaan outsourcing. Perusahaan outsourcing adalah perusahaan penyedia jasa tenaga kerja, di mana tenaga kerja ditugaskan untuk bekerja di perusahaan lain.

     Proses dari melamar di perusahaan outsourcing tidak membutuhkan waktu yang lama; perusahaan outsourcing selalu membutuhkan dan membuka lowongan pekerjaan dengan berbagai posisi yang dibutuhkan oleh mitra perusahaan outsourcing. 
Ada tiga tahapan tes di perusahaan outsourcing yang saya ikuti waktu itu; interview dan tes psikotes oleh pihak outsourcing, serta interview user oleh pihak perusahaan yang bersangkutan. Persyaratan yang harus dipenuhi saat mulai melamar juga standar, sama dengan perusahaan-perusahaan non outsourcing: cv, fotokopi KTP, fotokopi ijazah dan transkrip nilai, fotokopi SKCK, fotokopi KK (kondisional).
Perusahaan outsourcing yang saya lamar menyalurkan tenaga kerja ke berbagai macam perusahaan, salah satunya ke perusahaan pemerintah. Saya diterima di perusahaan pemerintah sebagai karyawan kontrak selama tiga bulan, jika performace saya oke kontrak saya akan diperpanjang.

    Kelebihan melamar pekerjaan melalui perusahaan outsourcing, yaitu: jobseeker tidak perlu berlama-lama menunggu mendapat pekerjaan, selain itu perusahaan outsourcing sebagian besar tidak memandang usia tenaga kerja, dan juga menerima tenaga kerja dengan lulusan minimal Sekolah Menengah Atas. Ada pula kekurangan dari melamar di perusahaan penyedia jasa tenaga kerja ini, antara lain: tidak ada jenjang karir yang didapatkan tenaga kerja (selama apa pun mereka bekerja), dan upah tenaga kerja yang harus dipotong lumayan besar oleh perusahaan outsourcing, belum lagi jika perusahaan outsourcing yang tak kunjung menerbitkan bpjs ketenagakerjaan dan kesehatan, kartu akses, serta id card (bergantung dari perusahaan os masing-masing).

     Selain itu, kelemahan juga datang dari perusahaan tempat bekerja. Contoh yang saya alami selama bekerja sebagai karyawan outsourcing di perusahaan pemerintah: Adanya kesenjangan yang begitu nyata antara karyawan outsourcing dengan karyawan tetap, karyawan os selalu dianggap remeh bahkan oleh satpam perusahaan tersebut, mereka bilang "yaelah cuma karyawan outsourcing", serta aturan-aturan yang sangat kaku (tidak boleh membawa makanan ke meja kantor selama tujuh jam kerja, ponsel yang harus dikumpulkan ke team leader atau spv, tidak boleh bersangga dagu, jam kerja yang berantakan, insentif yang lama keluar, tidak boleh duduk bersandar di kursi, dan peraturan-peraturan lainnya), sehingga banyak sekali karyawan outsourcing yang merasa tidak betah untuk tinggal lama di perusahaan tersebut. Pemimpin seakan kurang mendengar dan kurang mengevaluasi keluhan-keluhan dari para pekerja, pemimpin masa bodo dengan banyaknya jumlah karyawan outsourcing yang resign seolah merasa dengan mudah mendapatkan tenaga kerja baru lewat perusahaan outsourcing.

     Saya juga merasakan hal-hal yang kurang baik (dari perusahaan outsourcing yang kualitasnya kurang baik, maupun dari perusahaan pemerintah), sampai pada akhirnya saya memutuskan resign dari perusahaan tersebut saat kontrak saya akan diperpanjang, beruntungnya team leader saya memudahkan saya saat saya mengajukan resign.
Saya resign sebelum bpjs saya diurus oleh pihak outsourcing (proses kerja perusahaan os lambat: sudah bekerja selama tiga bulan tapi belum diurus).
Saya pun pernah terpaksa makan roti pemberian teman saya (yang diam-diam dibawa) ke dalam toilet karena saya sangat merasa lapar, kemudian saya menangis sambil menelan dalam-dalam roti tersebut- membayangkan seperti makan di dalam tahanan  (baca: peraturan tidak boleh ngemil di meja kantor).

    Nah, jika kalian ingin mencoba untuk melamar di perusahaan outsorcing, sebaiknya kalian harus lebih memperhatikan kualitas perusahaannya. Kemudian jika usia kalian masih di angka 22-26 usahakan jangan memilih bekerja sebagai karyawan outsourcing; maksimalkan untuk melamar di perusahaan non outsourcing agar mendapatkan jenjang karir, namun jika usia sudah di atas 26 dan masih merasa sulit mendapat pekerjaan anda boleh memilih perusahaan outsourcing dengan kualitas yang sudah diakui baik.

Begitulah pengalaman saya saat menjadi karyawan outsourcing. Semoga para jobseeker segera mendapatkan pekerjaan yang sesuai (dalam hal apa pun).

Comments

  1. good job esaa.. mungkin sekarang diperparah dg lembur selama seminggu 7 hr ( dr 08.00-20.00) diakhir bln ini dan baru off setelah 2 minggu bekerja😂

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts